http://www.kaskus.co.id/

Nasi kucing atau lebih dikenal dengan sebutan "sego kucing" oleh masyarakat Jawa bukanlah suatu menu makanan tertentu tetapi lebih pada cara penyajiannya, yakni nasi bungkus yang dikemas dengan kemasan yang unik. Nasi kucing banyak ditemukan ditempat atau warung bergerobak yang disebut Angkringan. Di sebagian besar wilayah Jawa Tengah, terutama di D.I. Yogyakarta nasi kucing dapat dengan mudah ditemukan dipinggiran-pinggiran jalan. Di sebut "nasi kucing" karena disajikan dalam porsi yang relatif sedikit sebagai porsi manuasia, seperti menu untuk makanan seekor kucing. Nasi kucing biasanya berisikan sajian seperti nasi rames dengan menu bermacam-macam, diantaranya: sambal oseng,tempe kering, teri goreng, sambal goreng, dan telur puyuh.

Berkaiatan dengan pemberian namanya, ada beberapa asal usul mengenai nama nasi kucing yang belum pasti kebenarannya, salah satu diantaranya :

Dikisahkan ada sebuah keluarga miskin yang hidup seadanya bahkan untuk makan pun tak tercukupi. Sedangkan tetangga di sebelah rumah mereka adalah orang kaya yg memelihara seekor kucing dan diberi makan oleh tuannya dengan menu yang mewah (menurut keluarga miskin tersebeut), yakni nasi dan ikan asin. Singkat cerita kucing itu mati karena faktor usia dan untuk mengurangi kesedihan, tuannya menyedekahkan makanan jatah kucing miliknya kepada keluarga miskin tersebut.
Setiap hari orang kaya itu mengatakan, "Ini pak ada jatah makan kucing saya buat bapak sekeluarga. Karena kucing saya sudah tiada, tolong di doakan semoga masuk surga ya, pak".
Karena setiap hari menu makannya nasi dan ikan asin, keluarga miskin itu pun merasa bosan kemudian punya inisiatif untuk menjualnya. Akan tetapi, selanjutnya mereka memiliki masalah tentang bagaimana membungkus nasi dan ikan asin tersebut jika akan di jual nanti. Akhirnya mereka mencari kertas koran bekas dan dipakai sebagai bungkus. Lama kelamaan ternyata dagangan (nasi) yang mereka jual banyak peminatnya, terutama tetangga mereka yg senasib (miskin juga). Suatu ketika ada pendatang dari luar desa yang tak sengaja lewat kemudian ikut nimbrung karena penasaran dengan kerumunan orang-orang yang sangat ramai. Setelah Ia tahu ternyata ada yang jual nasi yang unik kemuadian ia pun mencobanya seraya bertanya pada Ibu penjual nasi kucing itu.
"Bu, ini nasinya enak sekali ya. Harganya juga sangat murah. Namanya nasi apa, bu?", kata orang itu.
Ibu penjual nasi itu pun bingung menjawabnya karena selama ini pembeli-pembeli sebelumnya belum ada yang pernah bertanya dengan pertanyaan seperti itu. Akhirnya karena ingat akan nasi jatah seekor kucing, seketika ia menjawab.
"Oh, ini nasi kucing, pak", jawabnya.
Begitulah kiranya hingga sekarang dikenal namanya Nasi Kucing.
Nasi Kucing
Senin, Januari 19, 2015

Nasi Kucing

http://www.akuinginsukses.com/trik-membaca-cepat/
Buku adalah santapan ternikmat.
Satu aktifitas meresapi, menganalisis, dan kemudian mengintepretasi untuk menerima pesan (pesan yang tersurat secara lugas ataupun pesan yang tersirat/ konotatif) dari sebuah tulisan, dapat di sebut dengan membaca. Aktifitas yang sering dilakukan seseorang untuk mengakses ilmu dan informasi dalam segala hal. Tentunya, banyak hal yang dapat dijadikan obyek untuk dibaca dan dipahami, buku salah satunya.

Semua orang tahu, buku adalah jendela dunia. Untuk mengetahui isi sebuah buku atau semacamnya seseorang harus memiliki kemampuan membaca. Terlepas dari teknik membaca yang terdiri dari beberapa teknik, seseorang memiliki tujuan, gairah dan motif masing-masing dalam melakukan kegiatan membaca. Mulai dari kebutuhan, tuntutan, keingintahuan, dan lain sebagainya.

Berkaitan dengan motif dan gairah membaca. Ada semacam qoute atau ungkapan yang menarik untuk ditelisik dan dipahami ulang. "Banyak baca banyak lupa",satu ungkapan yang sering dikatakan oleh seorang teman. Satu ungkapan realistis tapi berasa anti motivatif. Di tempo hari, seseorang lebih senang menggunakan ungkapan-ungkapan yang kurang konstuktif dalam suatu hal. Menyoal membaca, misalnya. Ungkapan "banyak baca banyak lupa" kiranya menjadi quote yang dapat berdampak negatif pada prinsip dan motif seseorang dalam pengalaman membaca. Alangkah lebih baik jika digantikan dengan ungkapan lain yang hampir sama akan tetapi dengan ruh (atau makna) yg sedikit berbeda, semisal : "banyak baca banyak tau apa saja", "banyak baca membuka cakrawala" atau yg semacamnya. Seringkali seseorang dipatahkan dengan pernyataan rasional non konstruktif kemudian terjebak oleh asumsi negatif atas dirinya sendiri. Yang demikian itu yg biasanya membuat orang menjadi bermalas-malasan.

Telepas dari bagus tidaknya obyek membaca (baca: bacaan) dan apapun itu, membaca adalah satu aktifitas yang positif. Tak perlu adanya berpikir panjang untuk melakukan aktifitas. Apalagi di zaman seperti sekarang ini, tak ada alasan bagi seseorang untuk tidak membaca kecuali ia memang ingin terhampar kembali pada zaman abad sebelum masehi.



Yogyakarta, pertengahan Januari '15
Perihal Membaca
Minggu, Januari 18, 2015

Perihal Membaca

Dua hal yang selalu nikmat untuk dipadukan. 

"Kolaborasi duo yang sejati", begitu seorang kawan menyebutnya. 

Yang satu adalah secangkir kopi setengah porsi.

Sedang yang satunya lagi adalah sebatang rokok berbalut kopi.





Kopi dan Rokok (kolaborasi)
Sabtu, Januari 17, 2015

Kopi dan Rokok (kolaborasi)

http://www.noormuslima.com/cerpen-impian-fajar/
Fajar
Sendawa malam berlalu
Terobati embun basah
Angin berhembus
menghempaskan nafas malam
Terlihat ia tewas sebelum cahaya
Kemudian terbit setelahnya




2010
FAJR
Jumat, September 30, 2011

FAJR

Gulita
Antara matahari yang sedang sekarat 
di ufuk barat
Dan matahari yang datang terlambat 
di langit timur
Antara  langit yang bersebunyi di bilik senja
Dan fajar yang hampir terengah terbit



2011
GULITA
Jumat, September 30, 2011

GULITA

Mataku tak kasat
Memandang di balik dinding rebah itu
Camar dikerumuni semak-semak liar
Terlalu banyak bayangan tumpukan pantai
Tak tertonton apa warnanya
Wah, hah, atau fuh kah?
Atau ia sama saja dengan yang lain
Yang berada di balik dinding-dinding lain
Aku terpaksa tak tau
Pandangku terhalang selaput putih bening
Dan aku buta di buatnya


2010
Cermin Pasir
Sabtu, Desember 25, 2010

Cermin Pasir